TERKININEWS, Solsel, SUMATERA BARAT 1O oktober 2O26.
Solok selatan, (SUMBAR)|- Upaya penertiban penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, terus menjadi perhatian kepolisian. Di bawah kepemimpinan Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi, penindakan terhadap aktivitas tambang ilegal disebut tetap dilakukan meskipun menghadapi tantangan geografis dan akses menuju lokasi yang sulit.
Persoalan tersebut kembali menjadi sorotan setelah longsor di kawasan Sungai Paik Hulu, Pamong Gadang, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, pada Selasa (6/10/2026) dini hari, menewaskan empat penambang yang tertimbun material tanah dan bebatuan.
Peristiwa tragis itu menjadi pengingat serius akan pentingnya keselamatan dalam aktivitas penggalian emas, khususnya di kawasan perbukitan dengan kondisi tanah yang berisiko.
Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap praktik penambangan ilegal tetap menjadi komitmen jajarannya. Menurutnya, kondisi wilayah yang terpencil tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan upaya penertiban.
“Ini memang menjadi tantangan tersendiri bagi kami di Solok Selatan. Namun, kami tetap berkomitmen penuh untuk melakukan penegakan hukum terhadap penambangan ilegal,” ujar Andreanaldo.
Medan Sulit Bukan Alasan Mengendurkan Penegakan Hukum
Penanganan aktivitas PETI di Solok Selatan memiliki tantangan tersendiri. Sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat penambangan ilegal berada jauh di dalam kawasan hutan dan sulit dijangkau kendaraan maupun personel.
Meski demikian, berdasarkan keterangan Kapolres, kepolisian telah melakukan razia di belasan lokasi yang diduga menjadi tempat praktik tambang emas ilegal hingga Oktober 2026.
Langkah penertiban yang dilakukan mencakup pembongkaran dan pembakaran pondok yang digunakan dalam aktivitas tambang ilegal serta penyitaan peralatan kerja.
Upaya tersebut menjadi bagian dari penegakan hukum terhadap kegiatan pertambangan yang tidak memiliki izin, sekaligus langkah untuk mencegah aktivitas serupa terus berlangsung.
Tragedi Longsor Jadi Peringatan Serius
Kematian empat penambang di Sungai Paik Hulu membawa duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat setempat. Para korban diketahui merupakan warga lokal yang tengah mencari nafkah melalui aktivitas penggalian emas tradisional.
Lokasi kejadian yang berada jauh di dalam hutan turut menyulitkan proses evakuasi. Keempat korban baru berhasil dievakuasi oleh sesama pendulang sekitar pukul 05.00 WIB.
Tragedi tersebut menegaskan pentingnya pengawasan terhadap kegiatan pertambangan, kepatuhan terhadap ketentuan perizinan, serta penerapan standar keselamatan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.
Komitmen Penegakan Hukum dan Perlindungan Masyarakat
Bagi Polres Solok Selatan, penertiban PETI bukan hanya persoalan penindakan hukum, tetapi juga berkaitan dengan perlindungan masyarakat dari risiko aktivitas pertambangan yang tidak memenuhi ketentuan.
Konsistensi pengawasan, penindakan sesuai hukum, dan koordinasi dengan instansi terkait menjadi bagian penting dalam menghadapi persoalan pertambangan ilegal di wilayah tersebut.
Komitmen yang disampaikan Kapolres AKBP Andreanaldo Ademi menjadi penegasan bahwa upaya penegakan hukum terhadap PETI akan terus menjadi perhatian kepolisian.
Masyarakat pun diharapkan berperan aktif memberikan informasi kepada aparat apabila mengetahui adanya aktivitas pertambangan ilegal, sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat dan sesuai ketentuan hukum. (Rel)

Posting Komentar